Saturday, April 16, 2011

Moto Gp Tahun Ini Di Jamin Kencang

MotoGP yang rame, kelas Moto2 pun sama asyiknya ditonton. Sejak menggantikan era 2 tak 250cc musim lalu, kini Moto2 menjadi salah satu kelas dengan entry terbanyak di GP Motor, bahkan mengalahkan jumlah pembalap di kelas 125cc yang juga akan digantikan Moto3. Sejak diperkenalkan musim lalu, kelas ini bisa mengalahkan popularitas GP250. Tak hanya itu, dari catatan statistik balapan, motor-motor Moto2 pun lebih kencang.2011 MOTO2 :  DIJAMIN LEBIH KENCANG !!

















Di Lemans, pembalap tuan rumah Jules Cluzel yang menggeber sasis Suter bisa mencatat lap record paling cepat, unggul 0,497 detik dari lap record GP250 yang direbut Marco Simoncelli musim 2009. Dari 15 seri Moto2 2010, hanya 2 sirkuit saja dimana motor-motor Moto2 kalah dari mesin 2 tak 250cc, yakni di Misano dan Valencia.


Di Misano, Alex de Angelis yang mencatat lap record, hanya 0,437 detik dari lap record GP250 di sirkuit yang sama. Sementara di Valencia, Karel Abraham yang akhirnya menang hanya terpaut 0,952 detik dari lap record Valencia dengan 250cc, yang dibukukan Mika Kallio musim 2007. Perbedaan rata-rata lap record Moto2 dan GP250 adalah 1,698 detik. Ini diambil dari rata-rata lap record di 15 sirkuit.

Bagaimana mesin-mesin Moto2 dikomparasikan dengan kuda besi WSS, yang sama-sama berkapasitas 600cc. Memang, komparasi dua kuda besi ini tidak bisa menyeluruh, karena jadwal Moto2 dan WSS tidak sama dan tidak semua sirkuit Moto2 juga dipakai ajang WSS. Hanya beberapa sirkuit saja, dimana Moto2 dan WSS bisa dibandingkan karena sama-sama dipakai, yakni di Assen, Brno, Misano, Silverstone Valencia.

Dari lima sirkuit ini, hanya Valencia saja mesin Moto2 unggul, selebihnya catatan waktunya mepet. Di Valencia, lap record 1 menit 36,611 detik yang dibukukan Karel Abraham mengalahkan lap record WSS 1 menit 36,865 detik.

Lap record WSS Valencia 2010 sendiri menurun, di kisaran 1 menit 37,049 karena balapan WSS Valencia digelar di bulan April. Namun, dari data derajat suhu udara dan lintasan, tidak jauh berbeda. Sedangkan perbedaan rata-rata lap record Moto2 dan WSS adalah 0,679 detik di lima sirkuit yang sama.

Melihat data ini, motor-motor Moto2 kemungkinan bakal lebih kencang lagi, karena pengembangan sasis dan prototipe-nya juga jor-joran, meskipun masih menggunakan mesin spek standar dari Honda, yang dikelola oleh Geo Technology asal Swiss.

Karena itulah, komisi balap GP Motor mengubah beberapa regulasi, termasuk aplikasi starting grid berjajar tiga, seperti di MotoGP. Ini untuk mengantisipasi insiden di tikungan pertama. Insiden fatal tikungan pertama di Moto2 musim 2010 terjadi di Catalunya, sembilan pembalap terjatuh akibat kesalahan Alex Debon, memaksa beberapa pembalap lain juga keluar jalur untuk menghindari pembalap-pembalap yang jatuh dan ceceran motor.

"Di Moto2, balapan lebih keras dan sulit. Tidak seperti di MotoGP, kita harus kontrol penuh sepanjang balapan. Karena spek motor sama, tak ada beda mencolok antara pembalap yang cepat atau tidak. Semua pembalap sama kencangnya. Tikungan pertama selepas start adalah tantangan paling berresiko," ungkap jawara Moto2 2010 Toni Elias, yang tahun ini berlabuh di LCR Honda MotoGP.

Insiden balapan termasuk crash fatal di Moto2 memang lebih sering terjadi, intensitasnya jauh lebih banyak dari MotoGP dan GP125. Paling fatal, hilangnya nyawa Shoya Tomizawa. Dari catatan Otre, jumlah insiden crash selama GP 2010 adalah 825 kali di MotoGP, Moto2 dan GP125.

Jumlah ini meningkat 182 kali dari musim 2009 yang sebanyak 642 kali. Namun, jumlah ini masih di bawah rekor crash musim 2008 sebanyak 876 kali. Sedangkan dilihat dari pembalap yang paling banyak terjatuh, Raffaele de Rosa adalah penyumbang terbanyak. Joki Tech3 ini mencatat rekor crash sebanyak 22 kali, dilakukan baik di sesi latihan, kualifikasi hingga race.

Urutan berikutnya, ada pembalap Malaysia Zulfahmi Khairrudin yang tergabung dengan tim Air Asia GP 125, sebanyak 17 kali. Urutan ketiga, ada Simoncelli yang crash 13 kali.

CAPTION GAB 1 : TIKUNGAN SELEPAS START. Sering terjadi insiden fatal, musim ini pakai tiga baris.

http://www.ototrend.com/index.php?option=com

No comments:

Post a Comment