Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner

Wednesday, April 13, 2011

Audrey June, Masih Marah..??


Dear Audrey...

Nggak tahu kenapa, tiba-tiba aja teringat dirimu. Yang dulu selalu siap jadi tempat curahan bahagia dan juga sedihku. Lama gak jumpa sejak peristiwa itu. Kamu masih marah?

Audrey, aku sadar dan memang salah. Tidak seharusnya merebut cowok sahabatku sendiri. Sejak peristiwa itu, hubunganku dengan mantan cowokmu juga nggak harmonis. Bahkan selang beberapa bulan setelah peristiwa itu, kami putus.

Sejak putus aku jadi makin bersalah dengan dirimu. Ingin sekali aku meminta maaf untuk kedua kalinya. Kita mesti ketemu. Bicara langsung, biar semua yang ada di dalam hati ini bisa keluar dan lebih plong.

Berharap kita bisa seperti dulu dan mau mengajaku riding lagi. Ke salon, shoping sambil cuci mata bareng. Aku juga ingin bisa boncengin kamu lagi.

(motorplus-online.com)

Bebera Faktor Motor Boros

Beberapa Faktor Penyebab Motor Boros
Dipilihnya sepeda motor sebagai alat transportasi utama oleh masyarakat, karena penggunaannya yang mudah, harga yang murah dan biaya operasioanal yang kecil. Terlebih melihat kondisi lalu lintas dan sarana transportasi umum yang dinilai sangat kurang memadai, memicu lonjakan penjualan sepeda motor.

Namun seiring melambungnya harga bahan bakar minyak, terlebih untuk motor berkompresi tinggi yang memaksa pengguna membeli bensin beroktan tinggi seperti Pertamax, cukup membuat sebagian masyarakat menguras isi dompetnya lebih banyak dari biasanya.

Selain itu, sesungguhnya ada hal yang lebih menyakitkan, yakni bbm terbuang sia-sia saat jalan macet sehingga bensin yang terbakar tak bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menjalankan motor.

Selain masalah macet, beberapa hal lain juga menjadi faktor borosnya konsumsi bahan bakar motor.

Seperti dikatakan Jack, mekanik bengkel 7 Saudara di Jl. Margasatwa Ragunan, Pasar Minggu Jakarta Selatan, selain macet, ada hal lain yang membuat motor jadi lebih boros, seperti kondisi rantai, ban, mesin dan cara kita memperlakukan motor saat berkendara.

Untuk itu, Jack punya cara untuk menghindari sumber masalah pemborosan konsumsi bahan bakar.

Periksa kekencangan rantai

Rantai yang kendur membuat penyaluran tenaga dari mesin ke roda akan terhambat. Selain itu, tarikan juga akan semakin berat sehingga membutuhkan tenaga yang lebih besar. Untuk kecepatan yang sama namun dengan tenaga yang lebih besar, sudah barang tentu membuat konsumsi bensin jadi lebih banyak.

Untuk mengatasi masalah ini, kencangkan rantai dengan menarik posisi ban belakang dari lengan ayun. Dorong rantai bagian bawah dengan pergerakan keatas maksimal 2 cm. Penyetelan ketegangan rantai jangan terlalu kencang dan jangan terlalu kendur.

Besihkan Karburator

Tak ada yang bisa menjamin 100 % kebersihan bahan bakar saat sudah terdistribusi ke SPBU, sehingga bisa jadi bensin yang terisi ke tangki motor bercampur dengan kotoran. Kotoran yang kadang tak kasat mata akan terkumpul di dasar tangki atau masuk ke dalam karburator. Kotoran ini lah yang akan membuat kinerja karborator menjadi kurang maksimal dan berimbas pada pembakaran yang kurang baik.

Selain itu, kotoran juga membuat lubang-lubang halus pada main jet akan sedikit tersumbat atau bisa jadi main jet seperti berlumut. Dan itu akan menghambat kinerja karburator yang berakibat pada kurangnya performa motor.

“Saat motor terasa kurang bertenaga, pengendara akan membuka tuas gas lebih besar untuk mencapai kecepatan yang sama pada bukaan gas yang lebih kecil. Makanya konsumsi bensin akan menjadi lebih boros. Semalas-malasnya 2 bulan sekali bersihkan karburator,” kata dia.

Periksa Kanvas Kopling

Saat kanvas kopling menipis, sebaiknya segera menggantinya. Pasalnya, kondisi ini akan mengganggu proses transfer tenaga yang dihasilkan oleh mesin ke roda. Transfer tenaga yang terganggu akan membuat banyak tenaga terbuang selama prosesi tersebut. Walhasil, banyak bahan bakar yang terbakar secara percuma di ruang bakar.

Kabel dan tuas gas seret

Kedua komponen ini memang terlihat sepele, namun sejatinya memiliki peran dan fungsi yang tidak kalah penting dalam menentukan boros tidaknya motor. Bila tuas atau kabel gas seret saat ditarik, maka pergerakan skep di karburator juga akan terhambat.

Saat tuas gas ditarik dan dilepas, skep tidak akan bekerja sempurna karena kecepatan pergerakannya terhambat oleh kawat yang seret karena kotor. Hal ini akan membuat bensin terus mengalir kendati tuas gas tidak ditarik.

“Untuk mengatasi masalah ini, bisa membersihkan kawat gas dengan memasukkan cairan bensin kedalam saluran kawat dan mainkan tuas gas hingga terasa lancar.

Cara Berkendara

Di luar faktor teknis, gaya berkendara atau cara memperlakukan kendaraan juga menjadi faktor penentu boros tidaknya sebuah motor. Perlakuan menarik tuas gas yang tak perlu atau blayer, berkendara pada kecepatan tak konstan, perpindahan atau posisi gigi yang tak semestinya, dan selalu bermain di rpm tinggi menjadi penyebab borosnya konsumsi bbm.

Selain itu, membawa beban berlebih juga mendukung borosnya konsumsi bahan bakar

http://gilamotor.com

Vespa V31T 1951, Ogah Ditukar Innova dan CRV


Skuter lawas ini pernah diajak tukar guling sama Toyota Kijang Innova yang harganya di atas Rp 150 juta. Bahkan yang terakhir, Larry Tungka, pemilik Vespa V31T 1951 ini sempat ditawari Honda CRV jika dia sudah tidak berminat lagi naik Vespa.

Tapi, namanya skuteris sejati memang enggak gelap mata. Ditawari barang mewah, nyaman dan berkelas engak ada artinya. Sebab kedua mobil itu katanya tidak sebanding dengan sejarah skuter yang sudah menemaninya sejak tahun 2000 silam.

“Tuh boil (mobil, red) memang pasaran. Tapi mimiliki dan menunggangi Vespa yang di produksi tahun ’51 dan masih banyak part aslinya, belum tentu semua orang punya. Itu yang bikin bangga dan selalu menghargai nilai story,” papar warga komplek Taman Fortuna BSD, Blok 8/Q, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Cuma kalau mau lebih tahu dalam, apa sih yang bikin Larry sampai begitu ngotot mempertahankan skuter Italia miliknya ini. Sampai-sampai Harley-Davidson WLA dan bebebara motor tua yang pernah dimilikinya dilego hanya untuk skuter pinggul besar ini.

“Seperti dibilang. Vespa memang unik dibanding motor lain. Terutama pada bagian komponen pemindah gigi. Bisa dilihat dari bagian itu yang menyatu di tuas kopling dan modelnya pakai kabel. Kalau motor tua lain pakai batang pengungkit untuk oper gigi,” bangga Larry yang main Vespa sejak 1994.

Keunikan lainnya juga bisa dilihat dari bentuk tebeng dan bodi. Vespa tipe ini lebih lebar juga tidak ada nut di tengah. Banyak skuteris bilang, bagian itu biasa disebut dasi. “Apalagi lampu utama ada di sepatbor depan, bukan di setang seperti umumnya,” jelas Larry yang masih pegang sertifkat motor ini. He..he..he.. kayak tanah aja sampai dilangkapi sertifikat segala.

Dan kalau mau tahu kenapa dijaga segitu kuat dan telaten, ternyata beberapa bagian partnya di skuter dibuat dari bahan aluminium. Seperti di sepatbor depan, boks samping kanan-kiri, batok lampu depan-belakang juga rak boncenger. Artinya, memang nggak bakal karatan ya.

“Yang asli memang dibuat dari aluminium, bukan pelat. Makanya mesti ekstra hati-hati kalau enggak mau gampang rusak atau penyok. Sebab kalau sudah cacat, agak sulit untuk memperbaikinya kembali,” pesannya serius.


SAKELAR DOELOE
Melihat sakelar motor biasa, nggak aneh. Ada tombol lampu, juga dilengkapi tombol klakson dan elektrik starter. Semua dipasang dan ditempatan di sangkar terpisah.

Tapi, sakelar di Vespa V31T 1951, bentuknya agak unik. Semua terdapat dalam satu sangkar dan cuma ada di kanan. Dari posisi kiri ke kanan ada engine cut-off, lampu utama, dim dan tombol klakson di bawah.

KARBU BAJAJ
Merestorasi komponen agar kembali seperti semua memang tidak semua bisa dilakukan. Apalagi kalau part yang mau diganti terbilang langka, vital dan belum tentu bisa diadopsi. Macam Vespa V31T 1951 milik Larry Tungka.

Biar tetap bisa diajak mengaspaal, jantung skuter ini pun diganti. Cuma karena harus menyesuaikan dimensi, posisi dan konstruksi, karburator yang tepat hanya dimiliki oleh motor Bajaj roda tiga yang masih banyak seliweran.

BUKAN CUSTOM
Lihat boks kanan skuter ini jangan berpikir habis dicustom. Sebab boks pelindung mesin ini memang ada coakan besar seukuran tutup kipas. Makanya orang awam pasti berpikir kalau itu bikinan sendiri.

Padahal menurut Larry si empunya motor, Vespa tipe ini aslinya dirancang seperti itu. Beda dengan Vespa tahun '60-an yang dibikin model kisi-kisi pada boks mesin. Tapi, buat infomasi, lebar coakan enggak terlalu besar. Justru kalau besar, bisa tidak asli atau malah memang sudah dicustom.

http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/04/14/318196/103/10/Vespa-V31T-1951-Ogah-Ditukar-Innova-dan-CRV

Suzuki Shogun 110 Campur Aduk


Begini kalau konsep awalnya streetfighter (SF) tapi ditengah jalan ganti aliran supermoto. Suswanto builder Billy Custom (BC) jadi pusing dengan kemauan si empunya motor yang berubah pada saat proses modifikasi berlangsung. Tampilan motor jadi unik pokoknya.

"Dedi pengin supermoto, padahal bodi tinggal finishing. Makanya dibikin kompilasi. Kaki-kaki ala supermoto, tapi ciri streetfighter tetap ada. Cuma karena campur-aduk malah hasil akhir jadi street ala Amerika yang cenderung low rider," buka builder ngetop disapa Wanto ini. Waduh malah puyeng nih. Liat dan nulisnya he...he...he...!

Dasar sasis bebek yang memiliki frame sederhana, mudah diaplikasi bentuk ala sport, bahasa ilmu teknisnya transsexual. Alias ganti kelamin.

Sasis baru dibuat mulai dari komstir yang merupakan patokan rangka bagian atas. Memakai pipa 2,25 inci, membuat beberapa titik frame baru sebagai pemegang tangki dan bodi belakang. Pada bagian bawah ditemplokin tulang baru pada ujung underbone bawah. Dibuat dua sudut kanan dan kiri agar kuat terkena beban.

Untuk bodinya, ini yang ruwet. Kalau yang ini lebih pada konsep awal yang memang sudah memakai dasar SF dengan bodi lancip penuh lekuk. Contohnya pada tangki pipih dengan kesan ramping.

Itu karena aroma supermoto ditambah panel samping tangki ala motor garuk tanah. Penyesuaian lain pada bentuk jok dan bodi belakang ala Moto-X. Bentuk cenderung simpel dan pipih sesuai gaya supermoto yang segala medan.

Ciri khas SF juga nongol pada bodi belakang. Walaupun joknya murni ala supermoto namun nilai SF tertuang pada bentuk lampu belakang yang padat dan tidak pipih layaknya supermoto. Lampu belakang comotan Honda Revo ini di cover bentuk bodi lancip pada bagian belakang namun padat pada bagian tengah.

Bentuk airscoop juga model street biasa. Cederung besar, "Memang sengaja memberi kesan penuh agar tidak terlihat longgar bagian bodi per bagiannya," cuap Wanto yang rada ngocol ini.

Konsep yang campur-aduk tadi punya konskuensi pada pilihan kaki kaki. Wanto pilih ala supermoto dengan swing arm panjang namun tidak dibuat tinggi layaknya motocross. "Swing arm belakang dibuat tidak tinggi, sejajar dengan as arm. Sehingga motor pendek namun lengan ayun panjang. Mirip low rider moge Amerika," argumen pria berjanggut ini.

(motorplus-online.com)

Modifikasi Motor Kawasaki KSR

Power for the Modifikasi Motor Kawasaki KSR is loaded with a convenient 111cc air-cooled, SOHC two-valve, four-stroke distinct butt agent which produces an achievement of 8.4 horsepowers. Considering economics the Modifikasi Motor Kawasaki KSR drives about 55 kilometer on 1 liter fuel.

Modifikasi Motor Kawasaki KSR SPECIFICATION|REVIEW:
GENERAL
Model
Kawasaki KSR 110 2005
Category
Enduro-Offroad
ENGINE
Type
111 cc, air cooled, distinct cylinder, 4-stroke
Bore x achievement (mm)
53 mm x 50.6 mm
Compression ratio
9.5:1
Valves
SOHC, 2 valves per cylinder
Fuel system
KEIHIN PB18
Ignition
CDI
Power
8.4 hp (6.3 kW) @ 8500 rpm
Torque
8.1 Nm (6 ft. lbs) @ 6500 rpm
TRANSMISSION
Clutch
Automatic centrifugal blazon wet assorted plates
Gearbox
4 speed
Ratios
1e 3.000, 2nd 1.937, 3th 1.350, 4th 1.087
Primary drive
3.409 (75/22)
Final drive
Chain, 2.067 (31/15)
Starting system
Kick
CHASSIS
Frame
Pipe backbone
Front suspension
Telescopic (inverted close tube bore 30mm)
Rear suspension
Swing arm
WHEELS
Front tyre
100/90-12
Back tyre
100/90-12
Front brakes
single 200 mm disc with 1-piston calipers
Rear brakes
single 184 mm amphibian disc with 1-piston calipers
DIMENSIONS
Overall length
1670 mm (65.7 inches)
Overall width
705 mm (27.8 inches)
Overall height
995 mm (39.2 inches)
Seat height
750 mm (29.5 inches)
Wheelbase
1165 mm (45.9 inches)
Ground clearance
225 mm (8.9 inches)
Fuel accommodation - reserve
7.3 l (1.9 gallon US)
Dry weight
84 kg (185.2 pounds)

http://modofikasimotor.blogspot.com/2010/05/modifikasi-motor-kawasaki-ksr.html

Modifikasii Knalpot Ninja

Kawasaki Ninja M4 GP Exhaust
Kawasaki Ninja Racing Growler Exhaust
Kawasaki Ninja Scorpion Exhaust

sumber,http://modofikasimotor.blogspot.com/2010/08/modifikasi-knalpot-motor-kawasaki-ninja.htm

Haslam : Saya Hengkang ke BMW Untuk Menang!


Dalam 3 musim terakhir termasuk musim 2011, Leon Haslam adalah salah satu pembalap World Superbike (WSBK) yang tiap tahun bernaung di bawah tim berbeda. Tahun 2009 ia bersama Stiggy Racing, 2010 ia bernaung di bawah Alstare Suzuki dan tahun 2011 Haslam berkiprah di tim pabrikan BMW.

Banyak kelebihan dan kekurangan yang dirasakannya pada tiap tim. Namun untuk tim BMW, Haslam tidak ingin menurunkan targetnya. Pembalap asal Inggris itu pun tetap menargetkan titel juara dunia untuk musim 2011, kendati performa motornya belum mampu menyaingi tim Althea Ducati dan Yamaha Factory Racing di WSBK.

“Saya hengkang ke tim BMW untuk menang tahun ini. Memang kendalanya agak sulit karena saya berada dalam suasana baru dan tim baru. Tapi saya optimis dengan performa motor yang semakin membaik. Saat ini BMW memang masih mencari setting yang pas, karena potensi untuk menang memang sangat besar. Sekali kami bisa meraih kemenangan, maka kami akan bertarung untuk meraih target menang di akhir musim,” papar Haslam.

Di seri perdana WSBK Australia, Haslam mampu finis di podium 3 para race pertama dan finis di posisi 5 pada race kedua. Sementara WSBK Eropa di Inggris, Haslam finis di posisi 4 untuk kedua sesi balap. Hasil ini tentunya cukup menjanjikan, dan masih memungkinkan untuk meraih hasil lebih bagus lagi di seri-seri berikutnya.

(otosport.co.id)