Thursday, April 14, 2011

Sekilas MotoGP


Untuk lebih bisa mengukur prestasi Casey Stoner, ada baiknya sedikit menengok tentang apa itu MotoGP. Kalau kita meyebut istilah Grand Prix Motorcycle Racing, itu merujuk pada kategori premier alias tertinggi dalam lomba balap sepeda motor internasional.

Grand prix ini sekarang dibagi ke dalam tiga kelas: 125 cc, 250 cc dan MotoGP. Kendaraan yang dibalapkan menggunakan mesin balap yang dikembangkan khusus untuk balapan grand prix. Mesin-mesinnya tidak bisa dijual atau dibeli untuk umum dan kendaraannya tidak boleh dikendarai di jalan umum. Ini sangat beda dengan balapan lain, misalnya di Superbike World Championship, yang menampilkan versi-versi modifikasi dari sepeda motor jalanan yang bisa diperoleh di tempat umum.

Balap motor World Championship pertama kali digelar oleh Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) pada 1949. Hak komersialnya dipegang oleh Dorna Sports. Tim-tim yang ikutan direpresentasikan oleh International Road Racing Teams Association (IRTA) dan pabrikan-pabrikan direpresentasikan oleh Motorcycle Sport Manufacturers Association (MSMA).

Aturan dan perubahan-perubahannya ditentukan oleh empat entitas itu, dengan Dorna memiliki hak keputusan akhir. Jika aturan atau perubahannya terkait modifikasi teknis, MSMA bisa secara sepihak memveto meski ada suara-suara menentukan dari lima anggotanya: Ducati, Honda, Kawasaki, Suzuki, dan Yamaha.

Secara tradisional, ada beberapa balapan di masing-masing even untuk berbagai kelas sepeda motor berdasarkan pada ukuran kapasitas mesin, dan satu kelas untuk sidecar (motor dengan gandengan di samping). Kelas-kelas itu antara lain untuk 50cc, 80cc, 125cc, 250cc, 350cc, dan 500cc solo serta 350cc dan 500cc sidecars.

Mulai 1950-an hingga 1960-an, mesin four-stroke mendominasi semua kelas. Pada akhir 1960-an, mesin two- stroke mulai mengakar di kelas-kelas lebih kecil. Pada 1970-an, mesin two- strokes mengikis four-strokes. Pada 1979, Honda berupaya kembali membawa four-stroke ke kelas atas lewat NR500, namun proyek ini gagal. Bahkan, pada 1983, Honda justru menang dengan two-stroke 500.

Perkembangan berikutnya, spesifikasi baru untuk masing-masing kelas balapan dibentuk saat FIM menilainya memang pantas. Pada awal era baru MotoGP 2002, yang dibolehkan balapan adalah sepeda motor 500 cc two-stroke atau 990cc four-stroke. Karena keunggulan power besar dari mesin four-stroke, maka kendaraan dengan mesin two-stroke akhirnya tereliminasi dari semua kompetisi.

Musim berikutnya, tidak ada lagi kendaraan dengan mesin two-stroke. Seiring dengan perkembangan teknologi, balapan pernah mencapai hampir 1.000cc. kapasitas mesin maksimum dikurangi menjadi 800cc tanpa pengurangan pembatasan berat kendaraan.

http://rachmadrevanz.com/sekilas-motogp.html

No comments:

Post a Comment