Friday, April 15, 2011

Suzuki Skydrive Bodi Melar Tapi Simpel


Nasrudin yang pemilik Suzuki Skydrive 125 memilih tema modifikasi big matic simpel. Digarap simpel lantaran bodi asli memang sudah lebar untuk ukuran skubek di kelasnya.

Pria yang tingggal di Jl. KH. Malik Dalam, Kedungkandang, Malang ini hanya sedikit custom bodi dan kaki-kaki. "Bagian yang kena ubahan jelas terlihat di bawah bodi. Seperti pemasangan bodi kit mulai dari sayap, bawah bordes, hingga cover bodi samping. Bahan yang digunakan dari serat fiber,"� ujar Nasrudin bangga.

Bodi kit itu sendiri dipasang mengandalkan sekrup yang diikat ke berapa bagian. Mulai dari sayap samping, bawah bordes hingga sisi luar bodi skubek. Intinya, pemasangan bodi kit ini dibikin model knock down agar bisa bongkar-pasang.

Selain cover bodi, perubahan juga terjadi pada sepatbor depan juga belakang. Kedua pelindung roda itu digarap hampir menutupi sebagian permukaan roda yang merupakan ciri khas dari motor low rider. "Sepatbor depan dipasang seperti biasa di segitiga. Cuma biar bagian samping tidak gampang goyang, di dalamnya dikadansih batang penahan. Sedang untuk braket sepatbor belakang, cukup hanya dipasang ke rumah CVT,"� ujar pemilik rambut model mohawk ini.

Skubek yang dimodif di Roda Jaya Motor di Jl. Borobudur, Blimbing, Malang ini, dirombak bagian setang aslinya. Awalnya terlindung cover, oleh pria yang suka mengenakan pakaian ala biker itu diganti part variasi. Model Robocop berikut instrumen panel pakai produk KTC.

"Berhubung batok setang sudah diganti, spidometer juga disesuaikan model digital. Selain berkesan modern, spido model ini juga mengisi kekosongan di bagian yang sudah diubah," lanjut Nasrudin yang juga menyesuaikan tebeng depan.


PAKAI SOK STABILIZER

Pemasangan ban lebar dan undur-undur di Suzuki Skydrive termasuk langka. Apalagi peranti variasi khusus untuk skubek ini masih jarang di pasaran. Makanya harus dibikin supaya lebar profil ban tidak berpengaruh ke rumah CVT.

Oleh sebab itu, undur-undur dengan panjang 25 cm dikasih stabiliser sok Gazi di triple T yang lebarnya 18 cm. Pemasangan ini mampu meredam kejut mesin berikut rumah CVT ketika dipakai jalan.

Sedang pelek mobil yang memiliki lebar 5 inci dengan ring 14 inci, dipasang agar tetap lurus dengan roda depan tanpa harus banyak ubahan berarti. Dan untuk memaksimalkan kerja peredam kejut belakang tadi, di bagian atas mesin masih harus dibuatkan adaptor lagi. Tentunya berfungsi untuk menopang sokbreker satu lagi.

(motorplus-online.com)

No comments:

Post a Comment