Monday, April 18, 2011

Apache RTR 160 : Sport Touring Sang Guru

Apache RTR 160 : Sport Touring Sang Guru
Apache RTR 160 : Sport Toring Sang Guru
GILAMOTOR.com, Garut. – “Kondisi motor menggambarkan karakter sang pemilikinya.” Kalimat ini mungkin pantas disandang lelaki yang sedikit memberi sentuhan pada tunggangannya. Dengan sedikit sentuhan pada TVS Apache RTR single Disc lansiran tahun 2008, Satya ingin tampil beda agar terlihat lebih sporty.
Dengan konsep rubahan bergaya Sport Touring , ternyanta mampu menguatkan karakter dirinya yang merupakan seorang guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Garut, Jawa-Barat.
“Aktivitas saya sehari-hari adalah guru olah raga di SMP 2 Tarogong Kidul, Garut,” jelas laki-laki bernama lengkap Satya Handayani ini.
“Dengan perubahan ini, saya ingin tampil beda dan terlihat lebih sporti,” tambahnya.
Lelaki yang telah telah mengabdi sebagai Guru selama 13 tahun di SMP tersebut, mengaku butuh waktu satu tahun untuk menyelesaikan rubahan sederhana pada tunggangannya itu. Maklum, faktor dana yang tidak sedikit menjadi aral yang besar untuk seorang Guru seperti Satya ini.
Kendati demikian, berkat tekad yang kuat Satya mampu menyelesaikan rubahan pada TVS Apache RTR 160 Single Disc miliknya.
“Satu tahunan lah untuk merubahnya. Maklum beli partnya nyicil satu-satu nunggu dana terkumpul, ada duit baru beli part yang dibutuhkan, lantas nabung lagi buat beli part lainnya,” tambah ayah dua orang anak ini.
Biaya yang dibutuhkan untuk rubahan Apache RTR 160 miliknya, Satya harus merogoh kocek hingga Rp 8 juta yang dikumpulkan selama setahun.
Yang unik, pengerjaan modifikasi ini tidak dikerjakan di bengkel tapi di rumah Satya sendiri.
“Kebetulan saya punya teman yang bekerja sebagai mekanik di dealer TVS Garut. Berhubung beli part nya nyicil, jadi dia (mekanik) bulak-balik dateng ke rumah saya untuk masang partnya. Alatnya sendiri terkadang minjam dari bengkel TVS,” ungkap Satya.
“Kalau harus ke bengkel, dananya pasti gede” tukas sang Guru.
Mesin
Disektor dapur pacunya, TVS Apache RTR 160 lansiran 2008 ini tak mendapat perubahan sedikit pun. Pasalnya, menurut sang guru olah raga ini tenaga yang dihasilkan mesin standar nya sudah cukup mumpuni.
Bodi
Disektor bodi nyaris tak ada perubahan berarti, hanya terdapat penambahan air scoop milik Ninja VR dan engine cover custom. Perubahan hanya terlihat pada penggunaan cutting sticker untuk menyesuaikan karakter motor.
Kaki-kaki
Disektor kaki-kaki, Satya merubah velg dan ban bawaan TVS dengan ukuran yang lebih besar. Velg depan, Apache RTR 160 ini menggunakan merk Power 1 17 M/C x MT 2,5 dan Power 1 17 M/C x MT 3,5 untuk belakang. Untuk bannya sendiri, Satya menggunakan ban Dunlop Sport Max 120/70-17 untuk depan dan Dunlop Sport Max 190/70-17 untuk belakang.
Sementara untuk menyesuiakan karakter motor agar terlihat lebih kekar, guru olah raga ini menggunakan lengan ayun milik Tiger yang sedikit ditambahkan rangka dengan besi tubular dengan peredam kejut monoshock YSS.
Di sektor pengereman, TVS Apache RTR 160 ini mencomot disc milik Suzuki Thunder. Sementara disc belakangnya mencomot milik Honda Tiger Revo.
Penulis/Foto : Jay/Istimewa
Spesifikasi TVS Apache RTR 160 Single Disc Lighting Yellow
* Velg Depan : POWER 1 17 M/C x MT 2,5
* Velg Belakang : POWER 1 17 M/C x MT 3,5
* Ban Depan : Dunlop Sport Max 120/70-17
* Ban Belakang : Dunlop Sport Max 190/70-17
* Piringan Depan : PSM ( Thunder )
* Cakram Belakang : Tiger Revolusion
* Knalpot : AHRS Factory
* Swing Arm : Custom Tiger
* Suspension Belakang : Monoshock YSS
* Air Scoop : Ninja VR
* Touring Box : Kappa K35
* Cover engine : Custom Tiger

“Kondisi motor menggambarkan karakter sang pemilikinya.” Kalimat ini mungkin pantas disandang lelaki yang sedikit memberi sentuhan pada tunggangannya. Dengan sedikit sentuhan pada TVS Apache RTR single disc lansiran tahun 2008, Satya ingin tampil beda agar terlihat lebih sporty.

Dengan konsep rubahan bergaya Sport Touring , ternyanta mampu menguatkan karakter dirinya yang merupakan seorang guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Garut, Jawa-Barat.

“Aktivitas saya sehari-hari adalah guru olah raga di SMP 2 Tarogong Kidul, Garut,” jelas laki-laki bernama lengkap Satya Handayani ini.

“Dengan perubahan ini, saya ingin tampil beda dan terlihat lebih sporti,” tambahnya.

Lelaki yang telah telah mengabdi sebagai guru selama 13 tahun di SMP tersebut, mengaku butuh waktu satu tahun untuk menyelesaikan rubahan sederhana pada tunggangannya itu. Maklum, faktor dana yang tidak sedikit menjadi aral yang besar untuk seorang guru seperti Satya ini.

Kendati demikian, berkat tekad yang kuat Satya mampu menyelesaikan rubahan pada TVS Apache RTR 160 Single Disc miliknya.

“Satu tahunan lah untuk merubahnya. Maklum beli partnya nyicil satu-satu nunggu dana terkumpul, ada duit baru beli part yang dibutuhkan, lantas nabung lagi buat beli part lainnya,” tambah ayah dua orang anak ini.

Biaya yang dibutuhkan untuk rubahan Apache RTR 160 miliknya, Satya harus merogoh kocek hingga Rp 8 juta yang dikumpulkan selama setahun.

Yang unik, pengerjaan modifikasi ini tidak dikerjakan di bengkel tapi di rumah Satya sendiri.

“Kebetulan saya punya teman yang bekerja sebagai mekanik di dealer TVS Garut. Berhubung beli part nya nyicil, jadi dia (mekanik) bolak-balik dateng ke rumah saya untuk masang part nya. Alatnya sendiri terkadang minjam dari bengkel TVS,” ungkap Satya.

“Kalau harus ke bengkel dananya pasti gede, manakanya di rumah saja ngerjainnya,” tukas sang guru.

Mesin
Disektor dapur pacunya, TVS Apache RTR 160 lansiran 2008 ini tak mendapat perubahan sedikit pun. Pasalnya, menurut sang guru olah raga ini tenaga yang dihasilkan dari mesin standar nya sudah cukup mumpuni. Jadi tak perlu melakukan perubahan part apa lagi kapasitasnya.

Bodi
Disektor bodi nyaris tak ada perubahan berarti, hanya terdapat penambahan air scoop milik Ninja VR dan engine cover custom. Perubahan hanya terlihat pada penggunaan cutting sticker minimalis untuk menyesuaikan karakter motor.

Kaki-kaki
Disektor kaki-kaki, Satya mengganti velg dan ban bawaan TVS dengan ukuran yang lebih besar. Velg depan, Apache RTR 160 ini menggunakan merk Power 1 17 M/C x MT 2,5 dan Power 1 17 M/C x MT 3,5 untuk belakang. Untuk ban nya sendiri, Satya menggunakan ban Dunlop Sport Max 120/70-17 untuk depan dan Dunlop Sport Max 190/70-17 untuk belakang.

Sementara untuk menyesuiakan karakter motor agar terlihat lebih kekar, guru olah raga ini menggunakan lengan ayun milik Tiger yang sedikit ditambahkan rangka dari besi tubular.

Peredam kejut belakang nya pun terdapat perubahan menjadi monoshock dengan mengaplikasikan monoshock dari YSS.

Di sektor pengereman, Satya mencomot cakram milik Suzuki Thunder. Sementara cakram belakangnya mencomot milik Honda Tiger Revo.

Penulis/Foto : Jay/Istimewa

No comments:

Post a Comment